5 Fakta Tentang “BAB”, Anda Harus Tahu!



Pernah nggak sih kamu ngobrolin tentang buang air besar (BAB) di lingkungan pertemananmu? Pasti jarang banget atau nggak pernah deh. Memang buang air besar itu kewajiban namun sering dianggap lalu oleh kebanyakan orang.

Meski begitu sebenarnya kamu wajib tahu lho mengenai hal-hal mendasar dari BAB. Karena selama ini ada banyak sekali mitos yang beredar tentang BAB. Ada yang benar namun tak banyak juga yang salah besar. Nah daripada kamu semakin terjerumus kepada mitos yang salah, lebih baik cek di bawah ini fakta-fakta BAB yang benar.

Buang air besar merupakan salah satu bentuk pembuangan sisa-sisa makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh setiap manusia dan hewan. Buang air besar juga bisa menjadi indikasi kesehatan seseorang.

Selain itu, masih ada beberapa fakta lain yang harus segera kamu ketahui. Berikut ulasannya. :

1. Kotoran Harusnya Bau

Tergantung jenis makanan Anda, bau kotoran anda bisa berubah setiap hari. Dr. Raymond mengungkapkan "Bau yang dihasilkan pemakan tumbuhan jauh lebih baik dibanding pemakan daging". Normalnya memang kotoran itu berbau menyengat. Namun itu semua tergantung apa yang kamu makan. Dibanding daging-dagingan, makan sayur akan membuat kotoranmu tidak terlalu bau.

2. Kotoran Yang Sehat Itu Berwarna Coklat

Menurut para ahli kotoran yang sehat itu berwarna coklat. Jika warnanya merah, ungu atau hitam berarti ada kesalahan pada saluran darahmu. Jika berwarna keputihan berarti saluran empedu tersumbat. Jika perak berarti ada tumor yang bersarang dalam tubuh.

3. Kotoran Yang Sehat Itu Tidak Harus Mengapung Seperti Kapal

Kotoran tidak harus mengapung. Jika kamu mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung minyak dan lemak memang benar kotoran mengapung. Namun jika kamu mengkonsumsi makanan lainnya, ada kalanya kotoran kamu akan tenggelam bukan mengapung.

4. Suasana Hati Bisa Mempengaruhi Jadwal Buang Air Besar Anda

Dr. Sam menyebutkan bahwa suasana hati bisa mempengaruhi buang air besar Anda, karena syaraf yang mengatur sistem pencernaan berada di jalur yang sama dengan otak Anda bisa mempengaruhi tubuh Anda dan membuat nya susah untuk mengatur jadwal kamar mandi.

Tentu saja, Anda mungkin menyadari bahwa ketika Anda mengalami stress, jumlah kunjungan ke kamar mandi bisa meningkat. Spesialis kesehatan dari universitas Colombia menjelaskan, ketika tubuh kita terkena stress, pencernaan akan berhenti dan pembuangan kita akan kosong.
Tubuh kita bisa mengenali rasa kegembiraan atau gelisah sebagai stress, yang menyebabkan sistem pencernaan kita untuk bertindak aktif.

5. Tujuh Bentuk Kotoran

Skala Meyer adalah panduan umum yang digunakan dokter ketika berbicara tentang bentuk feses. Bentuk ideal adalah seperti sosis dan dapat retak di permukaan atau halus dan lembut, gumpalan kental atau feses yang keluar seperti gumpalan lembut.

Lagi pula kotoran harus dapat keluar dari tubuh kita dengan mudah. Jika berbentuk pensil tipis atau pita, bisa dianggap adanya peradangan usus. Tidak boleh ada nyeri perut berlebihan atau kentut berlebihan. Pencernaan yang sehat juga tidak mengeluarkan kotoran berbau menyengat.
Jika kotoran sulit dikeluarkan atau terdapat benjolan keras, kemungkinan karena sembelit. Kalau terlalu lembek dan berair, adalah dua tanda diare.

Dr. Sam menjelaskan bahwa poop terdiri dari serat, air, lemak yang tidak tercerna, garam, asam fosfat, makanan yang tidak tercerna, kolesterol, dan bakteri yang hidup dan mati.
Faktanya, sekitar 30% hasil pembuangan adalah bakteri yang sudah mati. Bisa juga terdapat beberapa makanan yang tidak sempat (atau tidak bisa) dicerna oleh tubuh kita seperti jagung, cereal atau makanan lain yang tinggi serat.